PENGEMBANGAN EKONOMI PESANTREN MENJADI SOLUSI UNTUK UMAT DARI 7 KARYAWAN MENJADI 100 KARYAWAN

Di tengah tengah pandemi covid 19, kini lahir UMKM yang didirikan oleh Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyyah Liunggunung Kecamatan Plered Purwakarta, UMKM ini bergerak di bidang konveksi dan tata busana, yang didirikan oleh H. Ahmad Anwar Nasihin, yang merupakan Ketua MDS Rijalul Ansor Jawa Barat sekaligus Katib Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta, di saat banyak orang  kehilangan pekerjaan dan banyak pengangguran, namun sebaliknya bagi Ajengan Anwar Nasihin, bisa membuka lapangan pekerjaan,  dan terus mengembangkan UMKM nya hingga bisa merekrut puluhan orang menjadi karyawan di UMKM konveksi Raudlatut Tarbiyyah.

Awalnya, pada tahun 2015 hanya mempunyai tujuh orang karyawan, kini pada tahun 2020, sudah mempunyai 95 orang karyawan, 70 % karyawannya adalah perempuan dan 30 % laki laki. Banyak warga masyarakat yang menganggur dan kehilangan pekerjaan di awal tahun 2020, tetapi akhirnya berkat pengembangan ekonomi pesantren bisa bekerja kembali, dan mendapatkan penghasilan yang cukup untuk keluarganya.

Pada awalnya Ajengan Anwar sebutan akrabnya, tidak menyangka akan bisa membuka lapangan pekerjaan, dan tidak menyangka bisa memberikan peluang pekerjaan kepada orang lain, tetapi tanpa disadari karyawan semakin bertambah hingga mencapai 100 orang, ia terus mengembangkan usaha tersebut demi membantu stabilitas ekonomi akibat dampak covid 19, masyarakat sangat terbantu sekali, atas kehadiran usaha konveksi tersebut. Selain mendapatkan kepercayaan penuh dari perusahaan Brand busana, Kyai Anwar Nasihin dengan ulet dan terus menekuni manajemen pengembangan usaha tersebut, hingga akhirnya kuota produksi semakin meningkat, dari awal 5,000 PICS per bulan, kini konveksi tersebut sudah bisa memproduksi pakain menjadi 70,000 PICS per bulan. Nilai yang sangat fantastis.

Pola produksi konveksi / UMKM Raudlatut Tarbiyyah, yaitu bekerja sama dengan perusahaan oftaker, sehingga konveksi tidak repot lagi untuk memasarkan hasil produksinya, mau berapapun hasilnya pasti sudah di siapkan pemasarannya, sehingga konveksi hanya konsentrasi memproduksi saja. Sementara Pesanan produksi tidak pernah berhenti setiap bulannya, bahkan untuk tahun 2021 sampai dengan 2022, sudah full pesanan produksinya, sehingga karyawan tidak ada yang nganggur menunggu pesanan produksi.
Ini adalah bukti bahwa Pondok Pesantren, bisa memberikan manpaat yang besar kepada masyarakatnya, bukan hanya sekedar memberikan pengajaran ilmu agama saja, tetapi peluang usaha pun dilakukan oleh pondok pesantren agar bisa membantu terhadap masyarakat. Ini patut di apresiasi oleh pemerintah dan kita semua, bahwa Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyyah yang di Pimpin oleh KH Anwar Nasihin, telah membantu peran pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran akibat dampak covid 19.

(Yan)