GENERASI NU TIDAK PERNAH HABIS

Nahdlatul Ulama (NU) itu masih kaya dan melimpah dengan stok da’i atau muballigh, kerana produsennya yaitu pesantren masih eksis dan terus mencetak generasi-generasi hebat tentu dengan kwalitas keilmuan yang sudah dipersiapkan dengan kental dan matang. Basic cara penyampaian dakwah dai-dai dan muballigh-muballigh NU itu tentu beda jauh dengan da’i dan muballigh anyaran, sebab da’i dan muballigh Nahdlatul Ulama itu mempunyai ciri khas tersendiri hasil dari pengkajian dan pemantapan pengkaderan yang bukan ecek-ecek atau kaleng-kaleng, mereka mempunyai bidang masing-masing dalam menyampaikan keilmuan yang sesuai dengan porsi, kondisi dan situasi masyarakat di sekitarnya, misalnya; jika yang ditempatkan da’i dan muballigh NU itu basisnya non muslim maka ditugaskanlah da’i yang mahir dengan ilmu perbandingan agama, jika dalam satu tempat basisnya Wahhabi maka ditempatkanlah da’i yang mahir dalam ilmu ushuluddin dan hadits serta tafsir untuk mengimbangi para dai-dai instan di sekitar tempat itu, begitupula dalam masalah keilmuan lainnya, bukan berarti NU itu miskin generasi ataupun kurangnya generasi yang potensial melainkan itu sebagai salah satu bukti keseriusan NU dalam memberi pencerahan dan pelayanan religius kepada publik. Generasi Muda NU In Syaa Allah akan menjadi Generasi Muda harapan masa depan yang hebat dan siap berkiprah di lapangan.