HIDUP DAN KENYATAAN

Oleh : Ahmad Anwar Nasihin (Pengasuh Ponpes Raudlatut Tarbiyyah Liunggunung )

Dalam hidup adakalanya menemui halangan, rintangan, dan cobaan yang terkadang membuat kita goyah dan bahkan putus asa. Perjalanan hidup yang kita lalui memang tidak selamanya berjalan mulus.

Adakalanya menemui halangan, rintangan, dan cobaan yang terkadang membuat kita goyah dan bahkan putus asa. Dalam kondisi seperti inilah keteguhan seseorang diuji. Apakah dengan ujian yang datang kita tetap istiqamah di dalam kethaatan kepada Allah, ataukah justru malah membuat kita semakin menjauh dari-Nya.

Seorang muslim yang teguh akan menghadapi kesulitan hidup dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Karena ia menyadari itu semua bagian dari cara Allah mencintai dan menyayangi hamba-Nya. Dan ia yakin bahwa Allah tidak akan pernah memberikan ujian di luar kesanggupan hamba-Nya.

” Janganlah kamu merasa lemah dan janganlah kamu merasa bersedih, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

Maka cara Allah menyayangimu, bukan hanya dengan cara mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan cara mengokohkan pundakmu, karena berbagai kesulitan yang kau hadapi adalah, cara Allah untuk menguatkanmu, sehingga kau mampu melewatinya dengan baik.

Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selapas banyak kesabaran yang kamu jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kamu lupa betapa pedihnya rasa sakit yang sudah kamu lalui.. Maka Dari hal yang baik itulah, belajarlah kamu untuk bersyukur, dan dari hal yang buruk itulah belajarlah kamu untuk bersabar.

“Imam Muslim megatakan : Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Maka Minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah.”

Kerana setiap sesuatu itu, ada sebab dan hikmahnya, maka ajarkanlah diri kita agar menjadi seorang yang meridha’i ketentuan-Allah, dan Ingatlah..setiap manusia pasti akan mempunyai bahagian tersendiri, baik yang susah atau pun yang senang. Oleh karena itu, dekatkanlah dirimui kepada sang pencipta.

Aku meminta kepada Allah setangkai bunga segar, tetapi Allah memberi setangkal kaktus yang berduri. Aku minta kupu-kupu kepada Allah, tetapi Allah memberi ulat berbulu. Maka akhirnya Aku sedih dan kecewa.
Namun kemudian, Tangkal kaktus / Duri itu berbunga indah sekali, dan ulat itu pun menjadi kupu-kupu yg sangat cantik, Itulah jalan Allah akan indah pada waktunya.

ALLAH tidak akan memberi apa yang kita harapkan, tetapi, Allah akan memberi apa yang kita perlukan, Kadang kala kita selalu merasa sedih dan kecewa, akan tetapi, jauh di atas sana, Allah sedang mengatur yang terbaik dalam kehidupan kita.

(yan)