Launching STAI Albadar dan Bedah buku Biografi Abah Cipulus

Cipulus, nupurwakarta Pesantren Alhikamussalafiyah menggelar haul pendiri, Almaghfurlah KH Adang Badruddin atau yang akrab disapa Abah Cipulus, Sabtu (4/9). Selain dihadiri oleh pengasuh pessntren, KH. Hasbillah Hadamy, tampak sejumlah tokoh seperti KH Sofyan Yahya, Budi Rahayu Tamsyah (budayawsn), KH Amin Baejuri (Ketua LD PWNU Jabar), Hj Ifa Ijah Rohmah (Pesantren Al-Muhajirin), Aang Akhfaz F Asyikien (PCNU Purwakarta), KH Jhondien TH (MUI Purwakarta), dan Habib Abdullah bin Mukhsin.

Dalam haul ini dilaksanakan dua kegiatan penting, peresmian STAI Albadar dan peluncuran Biografi Abah Cipulus. KH Hasbillah Hadami mengatakan, bahwa pendirian STAI Albadar adalah salah satu cita-cita almarhum Abah yang sekarang bisa terlaksana.

“Meskipun jujur, saya pribadi beserta adik-adik, tidak bisa membaca buku ini hingga akhir. Dalam buku ini terkumpul semua kisah Almarhum Abah sehingga membuat kami tidak bisa menahan tangis. ” tuturnya

Kiai Hasbi mengapresiasi para penulis, editor, penerbit dan semua yang terlibat dalam pembuatan buku biografi ini.
Salah satu penulis buku, KH Hadi M Musa Said, mengungkapkan, pembuatan buku ini dikerjakan oleh tim yang terdiri dari para Alumni yang sangat ingin berkontribusi dalam membangun regenerasi, agar bisa belajar memahami sejarah dengan baik.

“Ini sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit tapi juga tidak mudah. Kami yang tergabung dalam tim, bukan penulis yang hebat. Kami hanya bermodalkan nekat dan keberanian, karena kemauan, kerja keras, dan semangat yang kuat untuk terus bisa berkontribusi. Kemauan itulah yang mengajarkan kami untuk terus bisa belajar dengan baik, tertib dan istiqomah. Itulah teladan yang bisa kita petik dari buku biografi Abah Cipulus ini,” ungkapnya.

Lalu, ia menjelaskan sosok Almarhum sebagai salah satu sosok ulama yang multitalenta.
“Selain seorang Ulama, Abah juga merupakan sosok pengusaha, petani, imam tahlil, politisi, tokoh masyarakat. Seorang yang lahir yatim tapi di kemudian hari menjelma menjadi manusia yang patut dicontoh, diteladani dan menginspirasi banyak orang,” ungkapnya. “Almarhum juga merupakan sosok guru yang alim, ulama yang saleh, kiai yang sangat kreatif, ajengan yang bijak dan santun, orang tua yang mengayomi, selalu melembutkan, sesepuh yang menjadi tempat mengadu bagi kami anak muridnya,” sambungnya.

Kiai Hadi bersyukur, Biografi Abah Cipulus ini dibedah dengan mengundang berbagai narasumber.
“Syukur kami tidak terhingga atas selesainya buku ini dan dilaunching untuk kemudian sebarluaskan. Cipulus ini punya sejarah yang panjang dan penuh dengan heroisme, perlawanan terhadap Penjajah, menghadapi pemberontakan, dan lainya,” lanjutnya.
Tak lupa, kiai Hadi juga berterima kasih kepada keluarga besar Ponpes Alhikamussalafiyah yang telah memberikan izin dan banyak membantu dan mensuport baik secara moril dan materil untuk terus melanjutkan penulisan buku biografi Abah Cipulus ini.

Haul kali ini juga bertepatan dengan berdirinya Sekolah Tingi Agama Islam Al-Badar. 
“Kami meyakini akan lahir banyak cerdik pandai, cendikiawan, dan intelektual muslim yang akan menjadi pionir di masa yang akan datang,” kata Kiai Hasbi.

Ia juga meyakini akan lahir penerus yang mampu menjadi perekat kebersamaan seperti Almarhum.
“Dan hari ini saya pastikan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Al Badar Cipulus Purwakarta, tidak lepas dari dorongan tangan dingin dan pikiran cerdas Abah. Motivasi serta spirit dari alhamrhum. Saya yakin Abah bukan lagi sedikit tersenyum atas berdirinya STAI Al Badar Cipulus, tapi tersenyum dengan penuh kebanggaan untuk kita semua,” pungkasnya.
Selain itu, hadir pula dalam acara tersebut secara virtual di antaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdani, Kakanwil Kemenag Jabar Adib, Sejarawan Unpad Reiza Dienaputra, Wakil Rektor IV UINSGD Bandung Ulfiah, Anggota DPR RI Maman Imanul Haq, dan Jamaah Tarekat  Naqsyabandiyah asal Inggris, Paul S Amstrong.

(Yan)