KEUTAMAAN BERSIWAK / GOSOK GIGI DALAM ISLAM

Oleh : Anhar Haryadi (Pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Ciherang Purwakarta)

Gosok gigi ataupun bersiwak adalah perkara yang sangat dianjurkan ( disunnahkan ) dalam Islam,banyak hadist-hadist Rasulullah Saw yang menyatakan kesunnahan dan keutamaan nya diantaranya ;

رَكعَتَانِ بِسِوَاكٍ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِيْنِ رَكعةً بِلاَ سِوَاكِ

Artinya : Shalat dua raka’at dengan bersiwak terlebih baik dari 70 raka’at tanpa siwak

Dan juga Hadits riwayat Abu Dawud dibawah ini :

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي، لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya, “Jika tidak memberatkan bagi umatku, maka aku akan menyuruh mereka untuk bersiwak setiap shalat,”
(HR Abu Dawud).

Dizaman Rasulullah Saw yang dijadikan sikat gigi adalah kayu arak, karena teksturnya yang lembut dan wangi.Sampai sekarang kayu arak banyak dijadikan sebagai oleh-oleh bagi mereka yang pulang dari Tanah suci.

Namun masyarakat kita jauh lebih mengenal sikat gigi dan pasta gigi buatan manusia daripada kayu arak yang alami,walapun sekarang sudah banyak juga perusahaan-perusahaan yang menggunakan kayu arak sebagai bahan baku pembuatan pasta gigi.

Pertanyaan nya apakah sikat gigi dan pasta gigi bisa disamakan dengan kayu arak..?
Untuk jawaban nya mari kita lihat penjelasan para ulama, diantaranya adalah Syaikh Muhammad bin Qasim Al-ghazi dalam kitab Fathul Karib

وَيُطْلَقُ السِّوَاكُ أَيْضًا عَلَى مَا يَسْتَاكُ بِهِ مِنْ أَرَاكٍ وَنَحْوِهِ

“Siwak juga diartikan dengan kayu arak dan seumpamanya”

Dari ibarat kitab ini bisa di pahami bahwa bersiwak (gosok gigi) tidak mesti dengan kayu arak.

Lebih lanjut, Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh menyebutkan:

اِسْتِعْمَالُ عَوْدٍ أَوْ نَحْوِهَ كَأَشْنَانٍ وَصَابُوْنٍ، فِي الْأَسْنَانِ وَمَا حَوْلَهَا، لِيُذْهِبَ الصُّفْرَةُ وَغَيْرَهَا عَنْهَا.

Artinya, “Siwak adalah penggunaan kayu atau sejenisnya seperti sikat dan pasta gigi, untuk membersihkan bagian gigi dan sekitarnya, supaya kotoran dan sejenisnya bisa hilang.”

Dari penuturan dua ulama diatas maka kami rasa sudah cukup sebagai landasan bahwa sikat gigi juga berpahala layaknya siwak.

Didalam kitab Fathul Qarib disebutkan ada beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk bersiwak ( gosok gigi ) ;

وهو) أي السواك (في ثلاثة مواضع أشدُّ استحبابا) من غيرها؛ أحدها: (عند تغيُّر الفم من أزم) قيل: هو سكوت طويل. وقيل: هو ترك الأكل. وإنما قال: (وغيره) ليشتمل تغيُّر الفم بغير أزم، كأكل ذي ريح كريه من ثَومٍ وبَصَل وغيرهما؛ (و) الثاني (عند القيام) أي الاستيقاظ (من النوم)؛ (و) الثالث (عند القيام إلى الصلاة)، فرضا أو نفلا.

Bersiwak Sangat dianjurkan pada tigak waktu :

  1. Ketika mulut berubah jadi bau,baik karena diam terlalu lama,tidak makan, maupun karena makan makanan yang menyebabkan bau mulut.
  2. Ketika bangun tidur
  3. Ketika hendak mendirikan shalat baik shalat Sunnah maupun shalat fardhu.

ويتأكد أيضا في غير الثلاثة المذكورة مما هو مذكور في المطولات، كقراءة القرآن، واصفرار الأسنان.

Selain itu juga sangat dianjurkan bersiwak untuk membaca Alqur’an dan ketika gigi berwarna kuning.

ويسن أن ينوي بالسواك السنةَ؛ وأن يستاك بيمينه، ويبدأ بالجانب الأيمن من فمه، وأن يمره على سقف حلقه امرارا لطيفا، وعلى كراسي أضراسه.

Dan disunnahkan agar siwak diniatkan untuk menjalankan Sunnah Rasulullah Saw. Dan bersiwak dengan tangan kanan, dan di mulai dari mulut sebelah kanan, kemudian juga langit-langit tenggorokan juga di gosok dengan lembut, dan di atas gusi gigi gebermanfa

ص30 – كتاب فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب القول المختار في شرح غاية الاختصار – • السواك – المكتبة الشاملة

Selain mendapatkan pahala, ternyata siwak juga memberikan banyak sekali manfaat baik untuk kebaikan di dunia maupun diakhirat
seperti yang termaktub dalam redaksi-redaksi kitab dibawah ini

1.kitab Fathul Mui’n juz I hal 44 (Cet.Haramain)

ويقال إنه يسهل خروج الروح وأخذ بعضهم من ذلك تأكده للمريض

وينبغي أن ينوي بالسواك السنة ليثاب عليه ويبلع ريقه أول استياكه وأن لا يمصه

2.Hasyiah Ia’nah at Thalibin Juz I hal 44 (Cet.Haramain)

وله فوائد كثيرة أوصلها بعضهم إلى نيف وسبعين
منها أنه يطهر الفم ويرضي الرب ويبيض الأسنان ويطيب النكهة ويسوي الظهر ويشد اللثة ويبطىء الشيب ويصفي الخلقة ويزكي الفطنة ويضاعف الأجر ويسهل النزع ويذكر الشهادة عند الموت وإدامته تورث السعة والغنى وتيسر الرزق وتطيب الفم وتسكن الصداع وتذهب جميع ما في الرأس من الأذى والبلغم وتقوي الأسنان وتجلي البصر وتزيد في الحسنات وتفرح الملائكة وتصافحه لنور وجهه وتشيعه إذا خرج للصلاة ويعطى الكتاب باليمين وتذهب الجذام وتنمي المال والأولاد وتؤانس الإنسان في قبره ويأتيه ملك الموت عليه السلام عند قبض روحه في صورة حسنة

1.Dimudahkan keluar ruh pada saat sakaratul maut
2.Membersihkan mulut
3.Mendapat ridha Allah taala
4.Menghilangkan bau mulut
5.Memutihkan gigi
6.Menguatkan gusi
7.Menambah Awet muda
8.Menambah ketampanan atau kecantikan
9.Menambah kecerdikan
10.Dilipat gandakan pahala
11.Bisa mengucapkan kalimah syahadah ketika pencabutan nyawa
12.Selalu bersiwak akan menyebabkan kemudahan hidup, kekayaan dan rizki yang luas
13.Menyembuhkan sakit kepala
14.Menghilangkan penyakit dan dahak pada kepala
15.Menyehatkan mata
16.Bertambah nilai dalam segala kebaikan
17.Mendapat pujian dari para malaikat
18.Memancarkan cahaya pada wajah
19.Akan menerima buku amalan dengan tangan kanan
20.Meyembuhkan sakit kusta
21.Menambahkan (berkah) pada harta
22.Dikaruniai keturunan
23.Mendapat keyamanan dalam kubur
24.Malaikat maut akan datang kepada orang bersiwak dengan mengucapkan salam serta dengan rupa yang baik

Semoga bermanfaat

(yan)